Mahasuci Allah yang mengutus Rasul-Nya Muhammad shalallahu ‘alayhi wassalam sebagai manusia sebagaimana adanya. Sehingga, kepadanyalah kami mengambil teladan…, termasuk tentang urusan uang belanja kami.. ;)
Jabir bin Abdillah -radiyallahu ‘anhu- bercerita:
“Abu Bakar ingin menemui Rasulullah -shalallahu ‘alayhi wassalam-, lalu mendapati orang-orang duduk di depan pintu Rasulullah tanpa ada yang diizinkan masuk. Abu Bakar lalu diizinkan. Kemudian datang Umar dan diizinkan untuk masuk. Ternyata dia mendapati Rasulullah -shalallahu ‘alayhi wassalam- sedang duduk terdiam dikerumuni oleh para istrinya, maka dia berkata dalam dirinya :
“Saya akan mengatakan sesuatu yang membuat Nabi -shalallahu ‘alayhi wassalam- tertawa.“
Maka dia berkata :
“Wahai Rasulullah, seandainya anda melihat binti Kharijah (yaitu istri Abu Bakar) meminta nafkah kepadaku tentu sudah aku pukul lehernya (maksudnya: kutekan lehernya dengan jariku).“
Maka Rasulullah -shalallahu ‘alayhi wassalam- tertawa dan berkata,
“Mereka mengerumuniku sebagaimana yang engkau lihat, meminta nafkah kepadaku.“
Maka Abu Bakar bangkit memukul leher ‘Aisyah dan Umar memukul leher Hafsah, masing-masing berkata :
“Kamu meminta Rasulullah apa yang tidak beliau miliki?“
Maka mereka berkata:
“Demi Allah, kami tidak akan meminta kepada Rasulullah selamanya apa yang tidak beliau miliki.“
Kemudian Rasulullah menjauhi mereka selama sebulan, kemudian turunlah ayat 28-29 surat Al Ahzab. Kemudian Rasulullah -shalallahu ‘alayhi wassalam- meminta kepada setiap istrinya agar memilih antara tetap sebagai istrinya atau meminta harta dan diceraikannya. Maka semua memilih Allah, Rasul-Nya, dan kehidupan akhirat.”
(HR Muslim: 3645)