Kami menyukai puisi. Dan kalau sedang terhinggap cinta, mana lagi kalau bukan puisi-puisi lirisnya Sapardi Djoko Damono yang harus kami kutip?
Lalu puisi Sapardi mana lagi yang harus kami pilih kalau bukan…
“Aku Ingin”
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono, 1989)
atau ini..
“Hujan Bulan Juni”
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(Sapardi Djoko Damono)
benar kan?
Selasa, 15 Jan 2008 at 15:12
indahnya……^^
Rabu, 9 Apr 2008 at 9:41
ahh …….. sangat merangsang nurani
Senin, 23 Jun 2008 at 23:45
Aku seperti musafir
di padang pasir
yang menemukan mata air
setiap kali membaca puisi
puisi Sapardi Joko itu…
yang setiap habis membaca
aku menemukan lagi semangatku
untuk melanjutkan “perjalanan”ku.