Entah mengapa, kami seringkali harus sering terpisah. Seminggu setelah kami menikah, kami harus hidup terpisah [duh!]. Istri mesti sekolah, saya mesti bekerja. Dan itu berjalan selama hampir dua tahun. Lalu satu tahun lebih sedikit kami berkumpul penuh, untuk kemudian sekarang terpisah lagi selama setengah tahun.Sampai sekitar dua tahun lagi, saya harus sekolah di Riyadh, Arab Saudi. Sekolah di Arab Saudi ini memenuhi pelengkapan kebutuhan saya dalam ilmu pengetahuan, agama, dan memenuhi kewajiban dari institusi.
Problem muncul ketika rencana kami untuk berkumpul berhadapan dengan banyak tantangan. Rencana pertama, istri sekolah juga di Arab Saudi. Karena istri PNS, izin untuk sekolah lagi relatif lebih mudah. Tapi rencana ini gagal karena bidang studi istri di Arab Saudi tidak menerima program pascasarjana untuk siswa perempuan. Rencana kedua, istri pindah tugas dengan menjalankan tugas perbantuan di Sekolah Indonesia Riyadh milik KBRI. KBRI oke, tapi tidak mau memberi gaji. Nah problem di instansi istri. Instansi istri punya kecenderungan untuk tidak mengizinkan. Wong mereka butuh kok…