Ka’bah

Petronas Tower

Al Haram 01

Al Haram 04

Al Haram 05

Ingatkah engkau saat aku merusakkan sepeda tua kekayaan kita itu?
Kusangka engkau akan memarahiku
Tapi engkau tidak

Ingatkah engkau saat aku mencelamu karena kemiskinan kita?
Kusangka engkau akan membenciku
Tapi engkau tidak

Ingatkah engkau saat aku mengataimu karena rasa cemburuku?
Kusangka engkau akan meninggalkanku
Tapi engkau tidak

Ada banyak hal indah yang telah engkau lakukan untukku
untuk kebahagiaanku, karena cintamu padaku
Karena itu ada banyak yang ingin kuceritakan padamu
saat engkau pulang dari penyerbuan ke benteng Jepang itu

Tapi engkau tidak

–adaptasi bebas dari “But you didn’t” (Merrill Glass)

…………
…………

Suami: Tapi bagaimanapun ta’adud itu kan sunnah Nabi
Istri: Kamu beneran pengin ikuti sunnah Nabi-mu?

Suami: mmm… mestinya…
Istri: Nabi itu baru ta’adud setelah Khadijah -istri pertamanya- meninggal.

Suami: Maksudmu?
Istri: Ta’adudmu tunda dulu sampai aku dud*…

Suami: ……

…………
…………

*[atau baca: langkahi dulu mayatku]

Sepasang suami istri itu bergandengan mesra ke peraduan.
Bertahun mereka menikah, kini saat anak-anak besar, mereka menemukan kembali kebahagiaan masa muda mereka.

Tiba-tiba sang istri mendekat ke cermin besar di sudut kamar. Menatap bayang wajahnya dengan dalam.
“Tahukah sayang,” katanya, “Aku menatap cermin dan aku melihat seorang wanita tua di dalamnya. Wajahku mulai keriput, rambutku mulai beruban, kulitku kendor, dan tubuhku makin gemuk.”

Lalu ia berbalik menatap sang suami, “Sayang, ayolah berikan aku pujian yang bisa membuatku senang.”

Sang suami terdiam dan berpikir sejenak, sebelum akhirnya dengan lembut dan kalem, “Sayangku, percayalah bahwa matamu masih tajam dan penglihatanmu memang benar.”

— lalu sebuah tendangan kecil mampir di betis sang suami —

ANAK: Ayah, apakah engkau sedang di kamar mandi?
AYAH: Ya, ayah sedang mandi.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Badan ayah kotor. Mandi itu membuat badan ayah bersih.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa mandi membuat ayah jadi bersih?
ANAK: Ya.
AYAH: Karena saat menggunakan sabun, air akan membersihkan kotoran pada tubuh ayah.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa ayah menggunakan sabun?
ANAK: Ya.
AYAH: Karena sabun akan menangkap kotoran dan dengan itu akan mudah dibersihkan dengan air.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa sabun menangkap kotoran?
ANAK: Ya.
AYAH: Karena sabun adalah surfaktan.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa sabun itu surfaktan?
ANAK: Ya.
AYAH: Pertanyaan yang BAGUS Nak. Sabun adalah surfaktan karena sabun akan membentuk misel yang larut dalam air yang dapat memerangkap kotoran tak larut dan partikel minyak.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa sabun membentuk misel?
ANAK: Ya.
AYAH: Molekul sabun itu berwujud rantai panjang dengan ujung kepala hidrofilik yang polar, dan memiliki ekor hidrofobik yang non-polar. Dapatkah kamu mengatakan ‘hidrofilik’?
ANAK: Iidlopilik

AYAH: Dan bisakah kamu mengucapkan ‘hidrofobik’?
ANAK: Iidlopoobik
AYAH: Bagus! ‘Hidrofobik’ artinya bahwa ia membenci air.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa dia artinya begitu?
ANAK: Ya.
AYAH: Itu bahasa Yunani! ‘Hidro’ itu artinya air dan ‘fobia’ artinya ‘takut pada sesuatu’. ‘Phobos’ artinya ketakutan. Jadi ‘hidrofobik’ artinya ‘takut air’.

ANAK: Seperti monster?
AYAH: Maksudmu, seperti takut pada monster?
ANAK: Ya.
AYAH: Ya, ia seperti monster yang mengerikan. Jika kamu takut monster, orang Yunani akan memanggilmu gorgofobik.
(diam)

ANAK: (memutar matanya) Bukankah kita sedang berbicara tentang sabun.
AYAH: Ya. Kita memang kita sedang berbicara tentang sabun.
(kembali terdiam)

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa molekul memiliki kepala hidrofilik dan ekor hidrofobik?
SARAH: Ya.
AYAH: Karena ikatan C-O di kepala molekul itu sangat polar, dan ikatan C-H bersifat non-polar.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Karena karbon dan hidrogen memiliki elektronegativitas yang hampir sama, sedangkan oksigen jauh lebih elektronegatif, sehingga memolarisasi ikatan C-O.

ANAK: Mengapa?
AYAH: Mengapa oksigen lebih elektronegatif daripada karbon dan hidrogen?
ANAK: Ya.
AYAH: Itu rumit. Ada jawaban berbeda untuk pertanyaan itu, tergantung pada apakah engkau sedang berbicara tentang skala elektronegativitas Pauling atau skala Mulliken. Skala Pauling didasarkan pada perbedaan kekuatan ikatan homonuklir melawan heteronuklir, sedangkan skala Mulliken didasarkan pada sifat-sifat atom dari afinitas elektron dan energi ionisasi. Tetapi semuanya bermuara pada muatan efektif inti. Elektron valensi dalam sebuah atom oksigen memiliki energi yang lebih rendah daripada atom karbon, dan elektron di antara mereka terikat lebih erat pada oksigen, karena elektron dalam atom oksigen memiliki muatan inti yang lebih besar dan karena itu memiliki daya tarik yang lebih kuat ke inti atom! Cool, kan?

(diam)
ANAK: Aku tidak mengerti.
AYAH: Tidak apa-apa, Nak. Demikian pula sebagian besar mahasiswa ayah.

Terjemahan bebas dari: http://goo.gl/eBcv